Pendekar Aneh.
Cerita ini berada di Dunia Zerdo di Dimensi Xu2 (Nama Dunia & Dimensi adalah fiktif berdasarkan imajinasi pengarang/author).
Dunia Zerdo, segala isi nya hampir sama dengan bumi yang kita tempati.
Di pedesaan yang hijau dan damai.
Seorang anak berumur 7 tahun sedang tidur tiduran diatas seekor kerbau.
Anak tersebut berperawakan bagus, memiliki hidung yg agak mancung, boleh di kata cukup tampan.
Angin sepoy sepoy makin membuat Mata anak tersebut berat, akhir nya kebablasan tertidur.
Tiba tiba terdengar ... Duar duar duar. .. ledakan. .. dan bumi berguncang.
Anak tersebut....( ehmm spt nya bagus nya di kasih nama yah... hehehe). Bagus nya apa ya pembaca? 🤔😄😃.
Chen Xiao terjatuh dari kerbau, dan jatuh d rerumputan. "Wah lagi enak enak tidur, bunyi apa ya tadi"batin Chen Xiao. Chen Xiao celingukan ke kiri dan kanan.
"Kerbau yg baik, kamu tunggu di sini ya, jangan ke mana mana", celetuk Chen Xiao.
Chen Xiao meninggalkan kerbau nya dan menuju ke arah pepohonan rimbun d depan nya.
Sayup sayup terdengar lagi bunyi ledakan... Chen Xiao mulai menuju ke arah ledakan tersebut.
Kira kira 10 meter setelah berjalan, tdk terdengar lagi bunyi ledakan.
"Aneh, mengapa tdk ada apa apa, apa aku salah jalan".
"Hmmm. .. mungkin harus ambil jalur kiri...tapi apa iya ya ke kiri? "
Mengikuti kata hati nya, Chen Xiao melangkah kan kaki nya ke kiri, merabas semak semak, tdk memperdulikan baju nya yg mulai sobek, dan kulit nya yg tergores berdarah karena terkena semak semak.
Akhir nya Chen Xiao sampai d padang rumput... di depan nya terlihat banyak mayat. ... kira kira ada 12.... beserta dgn patahan tombak dan pedang yg ber serakan di rerumputan.
Pemandangan tersebut sangat mengagetkan dan menakutkan untuk anak berumur 7 tahun. Chen Xiao terpaku memandang nya.
"Chen Xiao... Chen Xiao.....Chen Xiao".
Chen Xiao, tersadar, dan memandang ke arah orang yg memanggil nya.
Terlihat seorang lelaki gagah, baik baju maupun tubuh nya berlumuran darah duduk bersila menyender d pohon.
Suara tersebut sangat familiar d telinga Chen Xiao... ragu ragu Chen Xiao berkata "Ayah ayah".
"Ha ha ha, kemari Chen Xiao ".
Setelah yakin bahwa itu adalah ayah nya, Chen Xiao ber lari memeluk sang Ayah.
"Ayah jangan mati ayah".
"Ha ha ha anak bodoh, ayah tidak akan mati, ayah akan tetap hidup 100 tahun lagi ".
"Mari kita pulang".
Sementara itu d lain tempat terlihat seorang wanita yg mondar mandir dengan gelisahnya.... "Ayah, gimana ini, sudah malam, tapi Chen Xiao belum pulang".
"Tenang Rita, Chen Xiao anak pandai, pasti pulang", hibur sang ayah (padahal dalam hati nya juga khawatir).
"Ayah sih, d suruh temenin Chen Xiao, malah pergi mancing d sungai, pakai acara ketiduran pula", sungut Rita.
"IYA ayah mengaku salah, ayah akan coba ke hutan lagi... "....
Rudolf mengambil obor dan keluar rumah.
(Sekilas info : Rudolf adalah seorang pengembara dari daerah Bretsn. Di mana orang Bretsn itu berhidung mancung, berambut kuning & ber mata hijau )
(Rudolf bersama dgn anak nys Rita ber kelana ke negeri Shangxin 10 tahun yg lalu).
Comments
Post a Comment